Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2015

Untuk dibaca pada tahun 2040

Untukmu, calon penerus bangsa.
sekarang tahun 2040 dan saatnya aku bercerita tentang keadaan negeri ini pada waktu yang lalu...

kamu bisa rasakan udara segar ini?... dulu sulit untuk didapat.
dimana-mana asap, asap dari kendaraan.

kau pasti bingung, asap kendaraan?
memangnya kendaraan mengeluarkan asap?

iya, waktu itu bahan bakar yang dipakai adalah bensin.
dia mengeluarkan asap sebagai emisi pembakaran.
untungnya sekarang sudah pakai listrik atau solar cell.
bebas emisi, ramah lingkungan.

ini tak lepas dari peran Presiden yang dulu...
ketika dia lebih memilih untuk mengembangkan mobil ramah lingkungan
daripada mobil berbahan bakar fosil.


dulu, yang namanya lalu lintas adalah arena orang unjuk kepandaian menyiasati peraturan.
bagi yang mengikuti aturan dianggap bodoh dan ndeso,
bagi yang melanggar aturan dianggap canggih, dianggap tau caranya hidup di sini.

tanda P dicoret, artinya tempat parkir.
tanda S dicoret, artinya tempat stop.
lampu merah, itu tanda berhenti. Kecuali disebelahnya ada angka lima artinya jalan.
zebra cross, artinya tempat motor menunggu lampu merah.
busway, artinya jalur motor, mobil dan bus.
trotoar itu untuk pejalan kaki, kecuali saat macet.
kalau ada pagar hancur, artinya tempat menyebrang jalan dan putar balik motor.
tanda satu jalur, artinya dua jalur.
tanda three in one, artinya di pinggir jalan banyak teman yang mau diajak jalan-jalan, minimal sampai ujung jalan.

terlalu membingungkan?
iya begitulah. tapi jalanan yang membingungkan ini tak membuat orang malas berkendara.
malah makin banyak yang menggunakan kendaraan pribadi.
absurd kan?

alasannya, transportasi umum tidak memadai.
maka dari itu, gubernur kita dulu....
dia fokus menyediakan bus-bus kota yang sering kamu gunakan saat ini.
kau sudah tak perlu menunggu lama lagi untuk naik bus. sekarang tiap 5 menit pasti ada yang lewat.
bus sekarang sudah sangat nyaman dan aman.
kau lihat MRT itu? itu karya gubernurmu yang dulu...
dia benar-benar fokus untuk menyediakan transportasi umum.

pemerintah juga fokus memperbaiki transportasi.
jalan kereta dan jalan raya tak ada lagi yang berpotongan
kau pasti heran seandainya melihat apa yang namanya palang pintu kereta api.
dan kereta, cukup lama hanya ada di pulau ini
untung presiden kita serius sehingga sampai saat ini semua pulau sudah punya jalur kereta.

dulu, semua kegiatan ekonomi bertumpuk di satu wilayah.
semua kesini sehingga penuh sesak kota ini.

untung pemerintah fokus membangun wilayah-wilayah perbatasan,
menyebarkan kantong-kantong ekonomi di seluruh wilayah negeri ini.
kau tahu, dulu kita ditertawakan oleh tetangga kita itu.
tapi kini kita bisa tersenyum, kita punya PDB terbesar kedua setelah China
bahkan kini kita punya pendapatan rata-rata yang sama
dengan negara tetangga kita yang kecil itu.

semua bermula ketika para pejabat dan rakyatnya,
semua fokus untuk menyelesaikan problem negara ini.

mereka kreatif,
ketika rakyat membutuhkan saluran komunikasi yang lebih terbuka,
para pemimpin gunakan sosial media.
mereka tahu apa yang rakyat butuhkan,
dari hal yang kecil saja...
ketika di pinggir jalan ada tulisan "jangan buang sampah disini"
artinya perlu ada tempat sampah disitu, mereka menyediakannya.
ketika banyak pagar dijebol untuk penyebrangan,
artinya jembatan penyeberangan kurang dekat. mereka membuatnya.

rakyatnya juga kreatif,
ketika ada persoalan, semua ramai-ramai membuat meme
meme yang betul-betul mengingatkan kita semua,
bahwa rakyat dan pemerintah perlu turun tangan.
sangat sedikit meme yang hanya berisi kritik dan hinaan untuk pemerintah.
apalagi meme yang hanya berisi hinaan untuk pemimpin.

mereka malu,
pejabat malu ketika janjinya tidak mampu ditepati,
mereka malu ketika sudah tersangkut suatu kasus, mereka langsung mengundurkan diri.

rakyatnya juga malu,
rakyatnya malu untuk menghina pemerintah
ketika belum melakukan apapun untuk negerinya.

rakyat malu untuk melanggar aturan lalu lintas.
mereka malu karena penegak hukumnya juga malu
malu ketika melihat pelanggaran terjadi di depan matanya namun tak ditindak.
lama-lama rakyat malu karena sesama pengguna lalu lintas saling mengingatkan.
mengingatkan untuk selalu mengikuti aturan yang ada.


kini kau menikmati indahnya negeri ini.
peliharalah dengan baik.
selalu ikuti aturan yang berlaku,
ketika kau punya kewenangan untuk membuat aturan,
maka buatlah aturan itu sedekat mungkin dengan aturan yang dibuat Tuhan.

Tuhan yang menciptakan kita, maka Tuhan lah yang tau aturan terbaik untuk kita.

ini bukan omong kosong.
ketika itu, Pemerintah melarang peredaran minuman keras di negeri ini.
awalnya dilarang untuk minimarket, kemudian dilarang sepenuhnya beredar di negeri ini.
sejak itu, penduduk di negeri ini makin waras, makin tau malu, dan makin kreatif dalam berpikir.

Tuhan melarang minuman keras dan itu terbukti membuat kita lebih baik.

maka lalukan hal yang sama untuk masalah yang lain,
yang bahkan hingga saat ini masih sulit untuk menerapkannya.
misalnya hukum rajam untuk pelaku zina, atau potong tangan untuk para pencuri.

lakukanlah yang lebih baik daripada yang dilakukan oleh generasi kami.
kami ingin kalian melampaui kesuksesan kami.

Rabu, 26 Maret 2014

Kok 19 ribu? Seharusnya 190 ribu

"Kejujuran yang menyakitkan itu lebih baik daripada kebohongan yang membawa manfaat."
(Thomas Mann)

Secuil cerita dari pindahan rumah plus nambah pager "dikit".

Pertama kalinya saya belanja bahan bangunan, dan itu bareng istri, dan yg lebih spesial lagi belanjanya untuk rumah sendiri (walaupun masih utang). haha

waktu itu saya pesan pasir satu kol (maksudnya satu bak mobil bak terbuka) di kuitansi tertulis 19 rb.
trus batu pecah buat bikin pondasi, harganya 19 rb.
batako 200 rb sekian...
jadi total masih diangka 200 sekian...
saat itu aku pikir murah ya ternyata bahan bangunan. :)

hari berikutnya, pesen pasir lagi ternyata harga satu kol pasir itu 190 rb.
batu pecah juga 190 rb.
nah lo.... harusnya 190 ribu saya dapet harga 19 ribu.

apa ga menggoda iman itu?? hahaha
mana si koko nya ga nyadar, saya juga uang pas-pasan eh malah kurang dink....
hayo.... nah lo... mumet

tapi setelah dipikir2 dan rembugan dengan istri, sudah lah.
kita bilang jujur saja sama kokonya.

dan akhirnya kita membayar kekurangnnya 380-38= 342 rb.
lumayaaaan.... langsung tipis dompetnya... -.-"

tp gpp lah, daripada ambil keuntungan yang ga jelas halal apa haram,
daripada rumahnya ga berkah.
kalo ga berkah takutnya jadi sering kemalingan lah,
gampang rusak, cepet roboh, ih.. nau'dzubillahimindzalik.
semoga walaupun kecil yg penting berkah, jadi penuh kebahagiaan. aamiiin...

kalo dipikir2 jelas rugi karena saya jujur.
ya memang benar, quote yg saya tulis di awal.
walaupun sakit, yg penting jujur.
karena Rasulullah juga pernah mengatakan
"Jujurlah kalian selalu, karena sesungguhnya kejujuran itu mengantarkanmu pada kebaikan; dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkanmu menuju surga. Sedang dusta hanya akan mengantarkanmu pada keburukan dan dosa; dan sesungguhnya dosa itu mengantarkanmu menuju neraka." - HR. Bukhori & Muslim
(Nabi Muhammad SAW)
 Alhamdulillah, entah karena kami sepakat untuk jujur atau memang Allah ingin memberi kami rezeki,
malam harinya setelah kami jujur ke koko pemilik toko itu,
ibuku mengirimkan unang sejumlah 400rb untuk menambah bahan bangunan.
Alhamdulillah, ini baru rezeki. halal dan jelas. :)

hehe....

Untuk siapapun yang membaca tulisan ini, saya dan istri mendoakan Anda untuk segera memiliki rumah sendiri, bagi yg sudah punya, semoga rumahnya menjadi rumah yang berkah dan penuh kebahagiaan. aamiiin...

Selasa, 26 November 2013

kopaja, angkot, buruh, dokter dan kemenkeu

 Pagi-pagi tadi aku udah siap-siap mau ke RS Ciki*ni nganter istri periksa.
Eh ternyata berita di TV bilang dokter-dokter pada mogok kerja,
ditelponlah RS ini, kami tanya dokternya praktek apa engga, jangan-jangan ikutan mogok kerja.

dan ternyata benaar pemirsaaah... dokternya ikutan mogok kerja.
ampun deh.....

ternyata mulai dari sopir kopaja, sopir bis, sopir angkot, buruh.. sampai dokter aksinya sama aja.
wkwkwkw....sorry :)


ya, proses belajar lebih lama cuma bisa merubah kata "mogok kerja" jadi "tafakur di rumah."
sorry lagi :)

pernah denger kasus kriminalisasi pegawai KPPN Jakarta II - Kemenkeu?

silakan baca di sini kisahnya
http://dinoyudha.wordpress.com/2012/01/12/kronologis-kasus-pegawai-kppn-jakarta-ii/

dan ini pledoi sang terdakwa http://birokrasi.kompasiana.com/2012/01/10/pledoi-agus-imam-subegjo-aparatur-negara-kemenkeu-429095.html

dan apa aksi solidaritas kami sebagai pegawai KEMENKEU?
http://www.perbendaharaan.go.id/new/?pilih=news&aksi=lihat&id=2801



ya, instansi kami pernah menghasilkan koruptor sekelas Gayus. Efeknya, semua pegawai Kemenkeu kena getahnya. Bahkan mahasiswa STAN yang baru akan menjadi pegawai Kemenkeu (itu pun kalau ga di DO), sudah kena caci maki dan sindiran masyarakat karena Gayus.
Satu orang kami tercela, semua orang mencela kami.

Tapi ketika pegawai kami dirugikan, kami tidak membalas dengan cara terdidik yg merugikan semua orang, yaitu mogok kerja.
Padahal kalau pun dilakukan, impas kan?
Rakyat pernah melukai seluruh pegawai Kemenkeu, kenapa Kemenkeu ga boleh membalas? membalas dengan mogok kerja.

Bukan ga boleh, tapi kami merasa cara itu terlalu terdidik.
tak cukup elegan bagi kami, instansi yang pernah menghasilkan Gayus.

Minggu, 27 Oktober 2013

Sumpah Pemuda 1928 dan 2013

Soempah Pemoeda

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami mengaku tumpah darah kami di Indonesia. Tempat kami lahir dan akan kembali, Indonesia. Kampung halaman kami adalah Indonesia. Kami akan merantau ke seluruh dunia untuk menjadi orang dan akan kembali ke tumpah darah kami, Indonesia.
- jika pas bayarannya.

Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
 Kami dilahirkan untuk menjadi satu bangsa, Bangsa Indonesia. Tidak ada bangsa Jawa, bangsa Batak, bangsa madura, bangsa Dayak. Kami hanya satu, Bangsa Indonesia
- tapi Bangsa Indonesia ada jenisnya juga, Bangsa Indonesia Islam, Kristen, Hindu, Budha. Bangsa Indonesia Islam juga ada Islam NU, Muhamadiyah, ada juga Bangsa Indonesia Aliran sesat Ahmadiyah.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
 Kami bangga berbahasa Indonesia, kami menyatu dan saling mengerti dengan menggunakan Bahasa Indonesia.
- Kalau bisa dicampur-campur dengan bahasa Inggris akan lebih keren.

Panas ya.... santai aja, orang waras ga cepet panas. Apalagi cuma mbaca tulisan ngawur orang gila ini. wkwkw.

Cuma iseng aja mikir, males banget ga c, dari jaman 1928 sampai 2013 sumpah pemuda gitu2 aja.
ga ada perubahan. wkwkw

ya kali, masa sumpah pemuda mau diubah?

eh jangan salah, cuma satu di dunia ini yg ga bisa diubah, yaitu Al Quran.

Undang-Undang Dasar yang begitu dasarnya saja bisa diubah? masa sumpah pemuda ga bisa?
wkwkw....

Memang kenapa harus diubah?

eh sadar g c, teks sumpah pemuda jaman 1928 itu isinya tentang PERSATUAN.
semuanya satu. Tanah air, Bangsa dan Bahasa satu. Indonesia.
itu karena dulu Indonesia masih terbagi-bagi jadi Jong-Jong. Misalnya Jong Celebes, Jong Java, Jong Ambon, Jong Kook, Jong Jang Umpet, dan Jong Jong lainnya. wkwkw...
untuk menyatukan itu maka dibuatlah Kongres Pemuda yang baru pada gelaran kedua-lah, diketuai oleh Sugondo Djojopuspito, lahir kesepakatan yang kita kenal dengan Sumpah Pemuda.

so, apa iya dari jaman 1928 sampai 2013 ini masalah kita masih sama?
masalah PERSATUAN?
ya memang sih. wkwkw

tapi apa iya separah jaman dulu? saya rasa enggak lah.
sekarang persatuan bukan masalah susah.
Jaman kita sekarang udah gampang banget menjalin persatuan.
masuk ke twitter, pesbuk, dan segala macam jaringan sosial lainya, semua sudah jadi satu.
ga cuma orang se Indonesia yang bersatu, tapi sedunia jadi satu.

so, masa iya c masalah kita dari 85 tahun yg lalu sampai sekarang masih sama?
kalo iya, itu sama aja anak bayi yang sampe jadi nenek-nenek masih punya masalah yang sama, ga bisa cebok sendiri.

Tantangan 2013

Jadi, tantangan kita sekarang, bagiku bukan lagi persatuan, tapi KEMANDIRIAN.
Hal yang dulu jadi kekuatan kini menghilang.

betapa mandiri mereka-mereka yang menginisiasi pertemuan pemuda untuk menjadikan negeri ini satu. agar lebih kuat melawan penjajahan. melawan ketergantungan dengan pihak lain.

kini semua hilang, para pemuda lebih senang dijajah daripada memilih mandiri.
dijajah orang tua yang kaya sehingga bebas minta ini itu tanpa usaha.
dijajah aturan yang mewajibkan pemerintah menjamin kesejahteraan rakyat sehingga rakyat lebih memilih berpangku tangan daripada berperan aktif mewujudkan kesejahteraan.
dijajah kebebasan bercuap-cuap sehingga lebih memilih mengeluh, yang yg lebih gampang, daripada bersyukur.

maka, bagaimana kalau sumpah pemuda 1928 biarlah jadi sejarah yang tak boleh dilupakan.
dan sekarang dibuat yang baru

SUMPAH PEMUDA 2013

Satu, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berjiwa satu, Jiwa Indonesia.

Apapun bangsa dan tumpah darah kita, Indonesia tetap di jiwa. Mau asli Indonesia atau orang Indonesia yang berubah kewarganegaraan ke negara lain, naturalisasi, turis, atau tenaga kerja asing kalau memang mengaku berjiwa Indonesia, selama jiwanya Indonesia, itu bagian dari Indonesia.

Dua, Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berkewajiban satu, menyejahterakan Indonesia.

Dimanapun dan apapun karya kita, itu harus berkontribusi aktif dalam menyejahterakan Indonesia. Bukan jamannya lagi kita mengacungkan jari minta dipenuhi haknya, tapi saatnya kita merendahkan lengan untuk turut serta mengangkat beban kemiskinan yang ada di negeri ini.

Tiga, Kami Putra dan Putri Indonesia gemar menggunakan produk dalam negeri, Produk Asli Indonesia.

Mau suka mau enggak, mau murah mau mahal, produk dalam negeri harus dibela demi tercapainya kemandirian. Beli semampunya. kalau belum bisa, minimal tidak menjelek-jelekkan produk dalam negeri.

Senin, 23 April 2012

Si Anak harus belajar minum obat


maju kena, mundur kena.
itulah keadaan yang sekarang dihadapi pemerintah dalam membuat kebijakan subsidi BBM.

pada saat itu pemerintah berinisiatif menaikkan harga BBM bersubsidi.
Itulah kebijakan yang paling murah, mudah dan tepat sasaran.
tapi kenyataan yang terjadi, kebijakan tersebut dianggap sebagai keputusan bodoh
yang diambil pemerintah karena malas menerapkan kebijakan yg lebih sistematis
agar mereka, kalangan "terpelajar" yang mengatasnamakan rakyat, tidak terkena dampak
dari pengurangan subsidi BBM.

usulan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi akhirnya dimentahkan oleh rakyat melalui DPR.

kini pemerintah akan melakukan kebijakan yang diusulkan rakyat, yaitu pembatasan.
sebuah kebijakan yang pasti lebih mahal, sulit, dan belum tentu efektif.
apalagi dilakukan di negeri yang penuh kreatifitas, terutama dalam hal melanggar aturan.

jika pada akhirnya pembatasan subsidi BBM ini ditolak oleh pengusulnya sendiri,

maka keadaan yang terjadi saat ini seperti seorang anak yang sedang sakit,
sakit karena dana untuk membayar subsidi semakin menipis,
sakit karena ketergantungan yang terlalu besar dengan bahan bakar minyak,
sakit karena energi terbarukan tak berkembang karena kalah saing dengan harga BBM bersubsidi

kemudian, orang tuanya mempercayakan seorang dokter untuk mencarikan obat agar anaknya bisa sehat kembali.

ketika sang dokter memberikan pilihan obat pertama, si anak menolak.
katanya rasanya terlalu pahit. pahit karena semua harus merasakan kenaikan harga BBM bersubsidi.
anak berontak hingga merobohkan pagar rumahnya sendiri.
meski sebenarnya, sang orang tua tahu bahwa obat itu adalah obat sapu jagad untuk penyakit anaknya.
karena dia takut anaknya pindah ke rumah tetangga, takut anaknya jadi anak tetangga,
akhirnya orang tua pun luluh dan menuruti permintaan anaknya.

dokter mengalah,
kemudian memberikan pilihan obat yang kedua
obat yang bermacam-macam warna dan rasanya,
yang lebih repot dalam menelannya,
meski ada obat yang rasanya manis, tetap saja ada obat yang pahit.

si anak masih tidak mau diberi obat itu karena repot, obatnya terlalu banyak.
obat yang manis ditelannya, obat yang pahit dibuang.
sang anak tetap tak mau diobati.

tapi sekarang orang tua telah menyerahkan sepenuhnya metode pengobatan anaknya kepada sang dokter,
yang penting tak menggunakan obat sapu jagad itu.
obat sapu jagad bisa diberikan hanya jika nyawa si anak sudah mencapai pangkal tenggorokan.

sang dokter memaksa
mau tidak mau, sang anak harus mau minum obat.
penyakit si anak akan tambah parah jika tak segera diberikan obat.

saatnya si anak belajar untuk menerima kenyataan bahwa,
obat yang ampuh pasti rasanya tidak enak.

tidak enak pada saat menelannya, tapi khasiatnya akan membuat dia mampu berlari lagi.
bermain menjadi macan bersama teman-temannya di jalan Asia, bahkan di komplek dunia.

jangan sampai ada lagi dokter yang harus mati,
karena kebengalan dan kemanjaan anak yang satu ini.

atau memang sang dokter harus mati dulu supaya si anak menurut kepadanya?
saya harap tidak.

Rabu, 04 April 2012

Ganti Jargon BBM Bersubsidi!

"BBM Bersubsidi Hanya Untuk Golongan Tidak Mampu"

itulah jargon yang selama ini pemerintah, dalam hal ini kementerian ESDM, gembar-gemborkan
untuk mengurangi penyalahgunaan subsidi oleh orang-orang yang tak berhak.

ternyata sampai saat ini jargon itu tak berhasil mengurangi jumlah
koruptor kelas teri (orang mampu yang menikmati barang yg bukan haknya).
hal ini dapat dilihat dari masih dominannya mobil dan motor pribadi sebagai penikmat BBM bersubsidi.

menurut saya,
mungkin jargon tersebut akan lebih baik dengan: "BBM Bersubsidi Hanya Untuk Kendaraan Umum"

MULTI TAFSIR
jika BBM bersubsidi hanya untuk golongan mampu,
apa batasannya?
inilah yang sering ditanyakan oleh orang-orang yang tak punya bakat kaya.
selalu berusaha menempatkan dirinya dibawah batas kaya agar berhak
mendapatkan bantuan dari pemerintah.

jika memang tak mampu, tak perlu mempertanyakan apa batasnya.
karena jelas dia berada di bawah batas mampu.

mereka yang sering mempertanyakan batasan ini adalah
mereka yang berada di wilayah batas mampu.

pilihannya hanya 2: menempatkan diri di bawah batas mampu,
atau memantaskan diri untuk di atas batas mampu.

tak perlu saya bahas lebih lanjut, jika hati Anda tersakiti karena tulisan saya,
dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf.

saya pernah ingin menyarankan jargon baru untuk dipasang di SPBU:
"Contohkan yang Baik Untuk Anak dan Keluargamu"

tapi, saya pikir2...
orang Indonesia itu kan kreatif... tapi sayang kreatifnya tipe koruptor semua.
kreatif buat keuntungan pribadi.

jika ada orang tua yg sedang mengisi premium bersama anaknya dan mereka mengendarai mobil,
anaknya bertanya: "pak, kita kok ga pakai pertamax? kan pake mobil?"
bapak: "kita kan golongan tak mampu nak, makanya belajar yg rajin, biar bisa kerja yg gajinya lebih gede dari bapak, jadi kita mampu beli pertamax"

nah lo! berabe dah! wakakaka....

makanya, kalo jargonnya diganti "hanya untuk kendaraan umum"
kan ga mungkin bapaknya jawab:
"iya nak, mobil ini kan kendaraan umum...
ibu kan bukan istri bapak, ibu itu istri tetangga, kamu juga bukan anak bapak, kamu anak tetangga yang satunya lagi,
jadi mobil ini kendaraan umum nak..."
-.-'

kecuali ada yang mikir kreatif kelas teri:
"iya nak.. mobil ini kan innova.. "kendaraan umum"
kendaraan yang udah umum dipake orang.. alias kendaraan sejuta umat"

kalo ada yg pake alasan itu, ya sudah lah.. pantes Indonesia ga maju2..
kreatifitas rakyatnya cuma sampe kelas teri dan ga berguna untuk kebaikan.

NASIB WONG CILIK
jika BBM bersubsidi hanya untuk kendaraan umum,
lalu bagaimana dengan nasib wong cilik?

tentu pemeritah tak akan menelantarkan mereka.
kebutuhan wong cilik (diluar pengeluaran mubazir alias rokok)
terbesar adalah kebutuhan papan/ rumah.
dengan subsidi BBM yang berkurang, pemerintah akan punya dana
untuk meningkatkan program KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
yang baru dilaksanakan Maret 2012.
 wong cilik akan lebih mudah dan murah untuk membeli rumah.

kebutuhan berikutnya?
kebutuhan pendidikan.
20% anggaran untuk pendidikan ditambah pengalihan subsidi BBM ke bidang pendidikan,
akan memperluas program beasiswa yg memungkinkan wong cilik
memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

kebutuhan berikutnya?
kebutuhan pangan.
dengan subsidi BBM yg berkurang, pemerintah akan memiliki dana
untuk menjaga harga pangan terutama beras.
dengan dana dari subsidi BBM, pemerintah bisa membeli beras dari petani dengan harga tinggi,
dan menjual beras ke wong cilik dengan harga rendah.
skema yg sama seperti pada BBM, pemerintah beli mahal dari luar kemudian menjual 4500 rupiah ke rakyat.

kebutuhan berikutnya?
kebutuhan transportasi.
dana yg ada bisa digunakan untuk menyubsidi pengguna kendaraan umum.
kendaraan umum akan lebih murah daripada biaya menggunakan kendaraan pribadi.


saya rasa cukup itu kebutuhan wong cilik,
kebutuhan eksis, itu diluar kebutuhan wong cilik.
itu kebutuhan wong sok cilik.


UMKM, PETANI, NELAYAN
bagaimana nasib mereka jika BBM bersubsidi hanya untuk kendaraan umum?
tentu mereka juga mendapatkan subsidi dari pemerintah
namun bukan melalui BBM nya, namun dari insentif biaya produksinya.
program PNPM yang sudah ada selama ini juga bisa dikembangkan lagi.
mereka tetap akan dibantu pemerintah karena 
mereka lah yang membuat Indonesia tahan terhadap krisis keuangan dunia.




BBM TAK PERLU DISUBSIDI
jika BBM bersubsidi hanya untuk kendaraan umum,
dengan perbedaan harga yang begitu tajam tentu akan menimbulkan risiko penyelewengan.

yap, memang BBM sebetulnya tak pantas diberi subsidi.
yang pantas diberi subsidi adalah pengguna kendaraan umum.
maka secara bertahap, subsidi akan dialihkan kepada pengguna kendaraan umum.
dan pada akhirnya BBM tak perlu disubsidi.
toh semua kebutuhan wong cilik sudah dibantu.
lalu apa lagi yang perlu dirisaukan?


selama pemerintah berusaha mengalihkan subsidi dari BBM ke pengguna kedaraan umum,
mari sebarkan jargon "BBM Bersubsidi Hanya Untuk Kendaraan Umum"

Sabtu, 31 Maret 2012

peduli, itu yang kita butuhkan

Sudah banyak orang pintar di negeri ini. mulai dari para juara olimpiade sampai paranormal seperti Ki Joko Bodo.
apakah dengan banyaknya orang pintar menjadikan negeri ini tumbuh dengan berkualitas?
saya tidak bisa mengatakan "tidak", namun "masih bisa lebih baik" daripada sekarang.

karena tak bisa kita katakan bahwa negeri ini tak butuh orang pintar. Jika kita hanya puas dengan kebodohan, itu namanya konyol.
Namun apakah kita patut puas dengan kepintaran?
nyatanya tidak.

banyak orang pintar yang justru menggunakan kepintarannya untuk membodohi orang lain.
maka perlu satu kompetensi lagi yang perlu kita miliki jika ingin berpartisipasi membangun negeri ini ke arah yang lebih baik.
yaitu "PEDULI"

bagi saya, ini sebuah kompetensi yang paling sulit. Lebih sulit dari sekadar "PINTAR", bahkan lebih sulit dari kompetensi "IKHLAS".

sebagai contoh,
dalam hal kenaikan harga BBM.

Betapa banyak orang PINTAR yang mengatakan bahwa kenaikan harga BBM ini hanya solusi malas dan bodoh dari pemerintah demi menyelamatkan perekonomian. Sejatinya permasalahan fiskal berasal dari ketidakefisienan anggaran pemerintah sendiri dan pengelolaan migas yang tak beres.
Komentar orang pintar biasanya mudah mencari kesalahan orang lain namun sulit mencari kesalahan diri sendiri.
Hasilnya? ya, kerusakan dimana-mana. Demo anarkis, pemblokiran jalan, penutupan jalan tol, komentar orang-orang pintar itu menghasilkan pemikiran kritis yang menjadikan negeri ini makin "kritis" saja.

Selevel lebih tinggi, cukup banyak orang IKHLAS yang menanggapi isu kenaikan BBM ini dengan sikap menerima kenyataan bahwa BBM murah bukan keputusan cerdas untuk program pembangunan negeri jangka panjang. Sikap menerima itu diimbangi dengan semangat meningkatkan pendapatan agar tetap mampu menjaga stabilitas keuangan rumah tangganya.

Namun untuk level tertinggi, belum cukup banyak orang yang PEDULI dalam menanggapi isu kenaikan BBM ini. Orang pintar tak peduli dengan orang lain, yang penting dengan kepintarannya dia bisa mengakomodasi keinginan pribadinya. Orang ikhlas juga tak peduli dengan orang lain, yang penting dia menerima keputusan pemerintah dan menguatkan dirinya untuk menghadapi kenyataan berat yang siap menghadangnya.

Orang PEDULI tak cukup hanya menerima kenyataan dan bersiap diri. Dia juga peduli apa yang terjadi disekitarnya. Dia peduli terhadap pola konsumsi masyarakat, termasuk dirinya, atas komoditas BBM.
Dia menadari bahwa konsumsi BBM bersubsidi di Indonesia sudah tak masuk akal. Terlalu banyak porsi konsumsi kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Apalagi kendaraan pribadi yang mendominasi penggunaan BBM bersubsidi adalah mobil. Sangat lucu.
Orang peduli tak akan menunggu keputusan pemerintah untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi oleh kendaraan pribadi, dia akan secara pintar dan ikhlas membatasi dirinya sendiri untuk menggunakan BBM bersubsidi.
Bahkan karena kepeduliannya, dia rela beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Berkaitan dengan isu kendaraan umum,
orang PINTAR akan mengatakan bahwa sistem transportasi umum di Indonesia, atau lebih tepatnya Jakarta, masih amburadul. Jika pemerintah ingin rakyatnya beralih ke kendaraan umum, seharusnya pemerintah menyediakan transportasi umum yang murah dan nyaman baru nanti rakyat mau beralih.
ya, orang pintar biasanya hanya pandai bicara tanpa mau melaksanakan.
Seperti mereka yang menganjurkan konversi BBM ke BBG tapi mobilnya sendiri tak kunjung dikonversi.

Orang IKHLAS akan menerima kenyataan bahwa kendaraan umum masih belum layak. Jika dia mampu, maka tanpa menyalahkan siapapun dia akan beralih ke kendaraan pribadi. Namun jika dia belum mampu, maka akan dengan ikhlas menggunakan kendaraan umum. Tanpa protes, tanpa ribut seperti orang pintar, dia gunakan kendaraan umum hingga dia mampu menggunakan kendaraan pribadi yang lebih nyaman. Jika sudah mampu merasakan yang lebih nyaman, tentu "ikhlas"nya juga akan lebih mantap. hahaha

namun berbeda dengan orang PEDULI. Meski mereka mampu menggunakan kendaraan pribadi, mereka memilih menggunakan kendaraan umum. Alasannya, mereka tahu bahwa terlalu banyak kendaraan pribadi di jalanan telah membuat berbagai masalah. Kemacetan, polusi, stres, penyakit dan lain sebagainya. Karena peduli, mereka memilih untuk tidak berpartisipasi dalam menambah masalah di lingkungan sekitarnya.

Kita butuh orang PEDULI yang lebih banyak lagi.
Orang PEDULI selalu tahu apa yang bisa dia sendiri lakukan untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya.
Tidak seperti orang PINTAR yang hanya tahu bagaimana seharusnya orang lain lakukan. Selalu menunggu keputusan pemerintah yang nantinya juga akan dia kritisi tanpa diimbangi dengan kepatuhan.
Atau seperti orang IKHLAS yang kadang salah mengintrepretasikannya sebagai sikap pasrah.

Dan terakhir, jika saya disuruh memilih
saya ingin jadi orang "GILA" saja.
males mikir yang tinggi-tinggi, yang penting kerjakan saja yang menurutku paling bermanfaat.

Sabtu, 10 Maret 2012

ketika dai mengajak mati



sebelumnya, ini bukan tulisan sara lho ya.
terkadang agak risih kalau mendengarkan khotbah
baik itu di tv atau di masjid.
isinya ingat mati melulu, tapi tetep takut juga kalo suruh mati sekarang.
kadang kalo lagi putus asa, inget mati, pengen mati... ga mati-mati juga.

betul, orang yang paling cerdas itu yang paling sering ingat mati.
tapi bukan berarti setelah inget trus lemes, nyerah, pengen cepet mati.
menurut saya itu c ga cerdas.

justru jika kita inget mati,
harusnya kita jadi sangat bersemangat menjalani hidup yang ada sekarang.

kalau besok mati, aku udah ninggalin apa?
apa yang teman-teman katakan tentang aku jika aku sudah mati?
apa yang keluargaku ceritakan tentangku jika aku sudah mati?
apakah Allah bangga telah memberiku kesempatan untuk hidup?

ya! seharusnya setiap kita ingat mati, kita bersemangat!
makin bersemangat!

banyak dai yang sering mengingatkan kita pada kematian!
banyak banget! dan hampir selalu diucapkan.
"ingatlah akhirat, dunia ini cuma persinggahan saja."

tapi yang menjadi ke-risih-an saya selama ini,
ketika mereka mengajak mengingat mati,
pada akhirnya saya menjadi malas untuk hidup.
sama sekali berbeda dengan tujuan mengingat mati.
yaitu agar bersemangat menjalani hidup!

bagaimana ga lemes?
setelah mereka mengingatkan kematian,
habis itu dibahas bahwa muslim indonesia belum bersatu,
terpecah belah menjadi beberapa kelompok,
indonesia rentan kekerasan dan perpecahan,
korupsi sudah menjadi budaya,
pejabat pemerintahan tak menjalankan amanah
para pemimpin bertindak dzolim.

trus??
trus jamaah suruh ngapain?
suruh inget mati, trus diingetin masalah-masalah yang semua orang juga udah tahu,
tanpa menyajikan solusi yang konkrit.

hasilnya? jamaah makin inget mati, makin pesimis, makin pengen cepet mati.

kalau saya yang gila ini boleh ngasih saran,
cobalah para dai yang terhormat,
tolong bangun optimisme bangsa ini dengan ilmu agama Anda,
please...

sajikan solusi yang bisa menyemangati jamaah,
solusi jangan cuma "maka, selalu ingatlah kepada Allah"

memangnya mereka yang melakukan kekerasan ga ingat Allah?
mau demo aja teriak "Allahu Akbar!"
mereka yang korupsi memangnya ga pernah berdoa biar korupsinya ga ketahuan?
saya saja, kalau mau maksiat berdoa semoga ga ada yang liat kecuali Allah.
#kejujuranyanggoblok

tolong sajikan solusi yang lebih sederhana dan konkrit,
jangan cuma "selalu ingatlah kepada Allah."

kalau memang ga punya solusi yang lebih konkrit,
ya sudah, ga usah repot-repot.
cukup ajak jamaah untuk mendukung solusi konkrit dari pemerintah.
jangan malah mengajak jamaah menjadi penghianat para pemimpin mereka
yang sudah mati-matian mencari solusi yang konkrit dan sederhana
bukan solusi yang "cuma" -"selalu ingatlah kepada Allah".

memang kadang solusi konkrit dan sederhana,
tidak selalu mengakomodasi kepentingan kita selaku rakyat.
tapi itulah kenyataannya, toh sejak zaman Rasulullah,
dalam setiap kebijakan pasti tidak selalu mengakomodasi kepentingan semua rakyatnya.
jika semua rakyatnya puas, maka kejahiliyahan mereka tak akan pernah berakhir.

sekali lagi maaf kalau kami tak bisa menerjemahkan "ingat kepada Allah"
dengan baik seperti Anda menerjemahkannya.
karena iman dan pemahaman kami masih sangat dangkal, tidak seperti Anda.

silakan ajak jamaahmu ingat kepada kematian,
tapi pastikan setelah itu mereka makin bersinar di dunia yang fana ini.
jika di dunia fana saja tak bisa bersemangat,
bagaimana bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih lama di dunia yang kekal abadi?

semoga Allah mengampuni saya yang asal ngomong ini. Aamiin.

Rabu, 09 November 2011

pahlawan pembangunan yang baru sadar

 sumber gambar: surya.co.id

wahai negeriku,
masihkah kau ingat masa-masa ketika kau baru akan lahir?

kau dikelilingi oleh berjuta orang telanjang kaki, berbalut kain seadanya,
berdiri tegak menjagamu tak bergeming hingga kau benar-benar lahir.

kau dilayani oleh jutaan orang yang tak tahu apa itu uang.
yang mereka tahu, hanya satu.

KEMERDEKAAN

kini kau telah merdeka.
kau juga telah ditinggal ribuan pasukan loyalis masa lalu.
hanya tinggal segelintir veteran yang menemanimu kini
sambil tersenyum getir melihat nasibmu ini.

kau tak punya lagi mereka yang mau berjalan jauh telanjang kaki,
siang malam bahkan sambil menandu sang jendral.

kini kau hanya punya pasukan bayaran yang hanya mau berjalan
jika dipinjami kendaraan dinas yang bebas dipakai untuk keperluan pribadi.

kau tak punya lagi mereka yang mau berdiri tegak dengan pakaian seadanya menjaga setiap sisimu,
tanpa dibayar dengan uang.
kini kau hanya punya pasukan bayaran yang mau menjaga setiap sisimu,
jika dengannya dia bisa hidup kenyang dan tidur nyenyak.

kau tak punya lagi mereka yang mau berkorban jiwa raga harta benda,
tanpa harus diumumkan namanya, tanpa tujuan lain selain merdeka.
kini kau hanya punya pasukan bayaran yang mau menyumbang ke dompetmu,
jika namanya jadi tenar, jika dengannya dia berhak ikut campur mengatur kebijikan negara.

tak ada lagi pahlawan tanpa tanda jasa,
yang ada pahlawan dengan tanda jasa yang diperhalus namanya
jadi remunerasi, sertifikasi, atau apapun namanya.

kini kau sudah tak punya mereka.
mereka pahlawan kemerdekaan.

kini kau hanya punya pahlawan pembangunan.
pahlawan yang matanya bukan berbinar jika melihat bendera berkibar,
tapi berbinar jika melihat uang berkibar.

wajarlah,
karena perjuangan kemerdekaan tujuannya adalah merdeka.
sedangkan pembangunan tujuannya adalah makmur.

tujuan yang berbeda dari generasi yang berbeda.



sebetulnya kau punya banyak pahlawan pembangunan.
termasuk kami.
namun sayang, kebanyakan dari kami masih keliru dalam mengambil langkah menuju kemakmuran.

jika dahulu pahlawan kemerdekaan menginginkan merdeka,
mereka berjuang meraih kemerdekaan dengan cara
melepaskan egoisme ingin merdeka secara pribadi,

bergabung jadi satu kekuatan untuk memerdekakan bangsa.

jika bangsa mereka merdeka, artinya semua akan merasakan kemerdekaan.

seandainya kami hidup di jaman penjajahan,
dengan pemahaman kami sebagai pahlawan pembangunan jaman sekarang,
langkah yang kami ambil adalah
kami akan memerdekakan diri sendiri daripada memerdekakan bangsa.

terlalu idealis untuk berjuang memerdekakan bangsa.

bangsa indonesia terlalu besar, terlalu banyak suku.
sulit untuk dipersatukan.

yang realistis saja,
lebih baik kami pergi ke luar negeri atau menjadi kroni bangsa penjajah,
lalu pindah ke negara lain untuk bisa hidup merdeka.


se-realistis-nya kami di jaman pembangunan,
memilih hidup makmur di negeri orang
daripada kami hidup sengsara di negeri sendiri.


terlalu idealis untuk mengorbankan jiwa raga harta benda
untuk meraih kemerdekaan yang belum pasti akan terwujud.
realistis saja,
lebih baik kami menjadi cukong bangsa penjajah,
jadi mandor yang mengkerjapaksakan warga pribumi
yang sudah pasti makmurnya, kenyangnya, kayanya.


se-realistis-nya kami mengimpor dan mengonsumsi
barang-barang jadi dan bahan makanan dari luar negeri
yang lebih nyata murahnya, lebih nyata untungnya.
se-relistis-nya kami menggunakan subsidi bbm yang lebih nyata murahnya.


kami lebih pintar dari mereka pahlawan kemerdekaan.
kami sudah sekolah yang lebih tinggi dari mereka.
jadi kami lebih mampu berpikir realistis daripada berpikir idealis yang tak masuk akal itu.

kami lebih tahu mana saja hak kami,
tidak seperti mereka pahlawan kemerdekaan yang hanya tahu satu hak. hak merdeka.


hai negeriku,
kau sudah tak punya pahlawan kemerdekaan.
kau kini hanya punya kami, pahlawan pembangunan.

pahlawan serba realistis yang menilai segalanya dari yang real.
pahlawan pintar yang pendidikannya tinggi, omongannya tinggi, tarifnya tinggi, gaya hidupnya tinggi.

mungkin kau tak suka memiliki kami,
tapi inilah kami,
pahlawan pembangunan yang baru sadar.

bahwa
realistis dan kepintaran kami
tak sehebat dan senyata
hasil dari idealisme dan "kebodohan" kalian
wahai para pahlawan kemerdekaan.

Selasa, 18 Oktober 2011

memangnya kewajiban rakyat apa sih?

kalau bicara soal kewajiban,
sama saja sedang bicara tentang seperti apa belangnya kita.


coba saja, ada yang mau bicara tentang apa saja kewajibannya?
ga ada. karena kita jarang melakukan kewajiban dengan benar.

yang ada hanya bicara soal hak. hak saya seharusnya mendapatkan bla..bla..bla..


hal ini udah saya buktikan.


biasanya kalau saya posting di FB/ Twitter tentang apa yang seharusnya rakyat dapatkan,
wah.. like-nya banyak banget! yg komentar juga banyak.


eh giliran saya tanya tentang kewajiban?
mlempem...


rakyat, termasuk saya, sudah sangat ahli dan paham apa saja hak sebagai rakyat Indonesia.
hak asasi manusia, hak asasi hewan, hak asasi tumbuhan, hak asasi jin dan setan, macem2 pokoke!

tapi apakah kita juga sepaham itu tentang kewajiban kita sebagai rakyat?


memangnya apa saja kewajiban rakyat?
secara pastinya, jujur saya juga ga tahu. hahaha...

tapi sepemahaman saya yang sangat dangkal,
ada 3 kewajiban rakyat Indonesia.


1. Hidup mandiri.
sebagai rakyat yang berkesempatan mengenyam pendidikan entah itu formal maupun informal,
sudah selayaknya kita mau dan mampu untuk hidup mandiri.
maaf ya, orang gila, yang tidak punya tempat tinggal dan yang sudah tidak punya akal saja,
mampu hidup mandiri di jalanan.
masa kita yang masih waras, yang masih punya akal, punya anggota tubuh lengkap,
ga mampu hidup mandiri?


mandiri bukan hanya berarti mampu membiayai hidup sendiri.
itu hanya pengertian mandiri yang paling sempit.


mandiri itu hidup yang tidak menyulitkan orang lain.

minta bantuan kepada orang lain adalah kodrat manusia sebagai makhluk sosial,
tapi bukan berarti kita hidup harus selalu menyulitkan orang lain toh?


apakah minta bantuan harus selalu menyulitkan orang yang membantu?


jika semakin banyak rakyat yang mampu mandiri,
akan lebih mudah bagi pemerintah mencari rakyat yang mana yg benar2 tak mampu.
rakyat yg untuk menolong dirinya sendiri saja tak bisa.


mari berhenti menjadi rakyat yang manja,
yang selalu minta-minta tanpa mau berusaha sendiri dulu.
supaya pemerintah tak salah menolong rakyat,
salah menolong rakyat yang bukan "tidak mampu hidup mandiri,"
tapi hanya rakyat yang sekadar "tidak mau hidup mandiri".

2. kewajiban rakyat berikutnya adalah hidup berprestasi.
berprestasi bukan berarti memenangi kejuaraan yang macam-macam.
kalau artinya seperti itu, kurang berprestasi apa Indonesia?
berkali-kali menang olimpiade kimia, fisika, biologi
tapi tetep aja masih ga mampu mengelola sumber daya secara maksimal.

kejuaraan-kejuaraan kaya gitu mah gampang bikinnya,
besok saya bikin dah, lomba nyangkul yang diikuti perwakilan seluruh dunia.
wkwkwkw....

berprestasi yang paling penting justru memenagi perlombaan dengan diri sendiri.
seperti kata hadist,
barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, berarti beruntung.
yang sama dengan hari kemarin, berarti merugi.
yang lebih buruk dari hari kemarin, berarti cilaka alias celaka.

ya..memang sejak kecil kita sudah terbiasa berpacu dengan prestasi orang lain,
karena di sekolah selalu dibanding-bandingkan dengan teman yg lain.
tapi masa udah gede masih mau dibanding2in kya anak kecil?
wkwkwk....

ayo berlomba dengan diri sendiri!
ga ada kata mengangur dalam hidup ini!
pekerjaan kita setiap saat adalah memperbaiki diri.
yang selalu menganggur itu artinya ga berprestasi.

jika semakin banyak rakyat yang berprestasi,
ga akan sulit bagi negeri ini memilih para generasi penerus bangsa yang berkualitas.

3. dan kewajiban yang terakhir adalah hidup lebih peduli.

untuk hidup lebih peduli,
tak harus dilakukan setelah mampu hidup mandiri dan berprestasi.

kepedulian bisa kita berikan dalam berbagai bentuk.
yang paling gampang tapi powerfull adalah doa.
akan lebih baik jika kita bisa memberikan lebih dari "sekadar" doa.

Indonesia bukan kekurangan orang kaya.
banyak, banyak banget!
makin banyak anak sma yg berangkat sekolah pake mobil.
bahkan anak tk, sd juga banyak yg dianter naik mobil.
mobil bukan barang orang miskin kan?

Indonesia itu kekurangan orang peduli.
orang yg peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

setiap ada berita di tv,
ada warga miskin yang mati karena kelaparan.
kalo pembaca beritanya pasti, pasti dan pasti ujung-ujungnya menyalahkan pemerintah.
tapi sampe sekarang saya belum pernah denger
pembaca beritanya menyebutkan "tetangganya pada kemana aja???"

jika semakin banyak rakyat yang peduli,
tak akan sulit bagi pemerintah mengembangkan pembangunannya ke seluruh negeri.
kita juga tak akan sulit mencari rakyat mana yg pantas menduduki kursi para pejabat,
agar mereka tak lupa pada janji2 kepedulian mereka saat mencalonkan diri.


sadarkah kita, para pejabat, pemegang kekuasaan pemerintahan,
mereka juga dulunya rakyat seperti kita.
semua yang kini menjabat di atas, dulunya adalah sama. Rakyat.

jika kita ingin membangun Negeri, mari bangunlah diri kita dulu sebagai rakyat.
rakyat yang mandiri, berprestasi dan peduli.

sehingga pada saatnya nanti,
Indonesia akan dipimpin oleh pejabat yang mandiri, berprestasi dan peduli.

bukan oleh pemimpin yang menyusahkan rakyat,
yang kinerjanya tak berkualitas dan tak peduli kepada korps lamanya yaitu Rakyat.

mari mandiri, berprestasi dan lebih peduli.

_semoga bermanfaat,
*jika tak menyulitkan, silakan disebarluaskan.
jika semakin bermanfaat, semoga jadi amal ibadah anda juga.
thanks :)

Minggu, 09 Oktober 2011

what is the meaning of "stay foolish"?

bagi temen2 yg pinter bhs inggris,
tolong beritahu saya donk, apa bedanya fool dan foolish?

kalo kata pak mario, fool itu bodoh.
fool adalah sebuah kata benda.(orang bodoh)
fool bisa juga kata kerja (membodohi)
atau bisa juga diartikan kata sifat (bodoh)

sedangkan foolish hanya punya kedudukan sebagai kata sifat.
(bodoh, dungu, nekat, goblok, gila-gilaan)

nah,
kalo pesannya alm Steve Jobs itu,
"stay hungry, stay foolish" atau
"stay hungry, stay being fool" atau
"stay hungry, stay feeling fool" ?


saya c orang ga pinter bhs inggris ya,
TOEFLnya cuma rata2 aja. bukan istimewa.

jadi, semoga ulasan saya dibawah ini salah.
hahahaha....

selama ini orang mengartikan "stay hungry"
adalah tetaplah lapar.
ya, saya juga setuju dengan itu.
tetaplah lapar, sehingga kita punya semangat untuk mencari rezeki, melakukan sesuatu dalam hidup ini.

nah yg jadi masalah adalah arti dari "stay foolish"
kalo orang kebanyakan bilang artinya "tetaplah merasa bodoh."
padahal klo saya bhs inggriskan, maaf ini bhs inggris versi saya, versi konyol.
tetaplah merasa bodoh= stay feeling fool.

bukan saya ga setuja dengan pesan "tetaplah merasa bodoh"
tapi menurut saya, pesan itu sudah termasuk dalam kalimat "stay hungry".
orang "hungry" ga cuma perut. termasuk otak dan hati.
tetaplah lapar bukan berarti hanya lapar perut,
tapi juga lapar akan ilmu, pengalaman, pengertian, cinta, iman, aktualisasi diri, dan sebagaimnya.
tetaplah lapar!

ada juga orang yg mengartikan "stay foolish"
sebagai "tetaplah bodoh"
kalo diubah jadi versi bhs inggrisnya saya, jadinya "stay being fool"

kalo ini saya ga setuju,
masa kebodohan dipelihara?
hahaha....

nah, menurut saya yg ga pinter bhs inggris ini,
"stay foolish" artinya "tetaplah bertingkah bodoh"

foolish artinya bertingkah bodoh, bertingkah konyol.
bertingkah layaknya anak kecil yg ga pake mikir, yg ga bisa pelan2 (kalo kata iklan lifebu*y)

ini yg paling saya setuju. hahaha...

soalnya di Indonesia ini udah kebanyakan orang yg merasa bodoh,
jadinya mau ngapa-ngapain takut.
mau usaha takut, karena merasa masih bodoh.
mau nyoba jualan takut, karena merasa masih bodoh.
mau bertindak takut, karena merasa masih bodoh.

karena merasa bodoh,
mereka berbondong-bondong untuk sekolah sampai setinggi langit.
giliran udah selesai sekolah, tetap merasa bodoh.
akhirnya takut memulai usaha.
karena takut, ya sudahlah sementara jadi pegawai dulu, jadi karyawan.
udah jadi karyawan, karena tetap merasa bodoh, ya sudah lah, bertahan saja.
ga jadi bikin usaha. kan saya masih bodoh.

semakin banyak tenaga terdidik menginginkan lapangan kerja yang gajinya tinggi.
padahal lapangan kerja ga banyak, jadinya pemilik usaha bebas mematok upah kecil.
bagi para manusia terdidik, mau cari kerja dimana lagi? kalo ga keluar negeri?

Indonesia butuh orang2 yang konyol, yang GILA, yg kaya anak kecil.
mereka orang yg ga kenal risiko. alias ga tau kalo ada risiko di depannya.

orang kalo mau mengatasi risiko, ada dua cara.
siapkan strategi untuk mengatasi risikonya,
atau ga usah tau sekalian kalo ada risikonya.

orang foolish ga ngerti kalo ada risiko di depannya,
yang penting lakukan saja! bodo amat!
gila-gilaan aja lah, ntar kalo ketemu rintangan ya trobos aja!
peduli amat!

kaya anak kecil belajar sepeda, peduli amat mau jatuh berapa kali!
semakin sering jatuh, semakin penasaran dan semakin kencang laju sepedanya!
ujung2nya, berhasil juga kan?

yap, "stay foolish" bagiku adalah tetap GILA!
gila untuk mengaktualisasikan diri,
gila untuk mencari ide2 gila,
gila untuk berani melakukan ide2 gila.
gila untuk siap menghadapi risiko,
gila untuk siap bertanggung jawab.


"stay hungry, stay foolish"

"tetaplah lapar, tetaplah GILA!"
hahaha....

@gila_indonesia

_kalo bermanfaat, silakan dibajak, silakan disebar, semoga makin bermanfaat.
kalo ga berguna, close aja.

Kamis, 06 Oktober 2011

muka utang

sumber pict: garama-parraya.blogspot.com

bapak: "bu, makanannya yang enak donk! masa tiap hari cuma sayur kangkung, tahu tempe. sekali-kali daging!"
ibu: "daging kupingmu itu! memangnya duit dari mana? gajimu itu berapa? cukupnya cuma buat beli ini bapak!"
bapak: "makanannya enak dulu, nanti bapak baru cari duit yang lebih banyak."

dari secuil percakapan diatas,
menurutmu yang waras yang mana, yang gila yang mana?
hahaha

kalau dianalogikan, seperti itulah pikiran saya jika melihat berita tadi pagi tentang kenaikan tarif tol.

rakyat kecewa tarif tol naik karena fasilitas tak lebih baik.
hellow?????

bukankah urutannya, tarif tol naik- pendapatan tol naik- fasilitas membaik.
kok mau dibalik, fasilitas membaik- tarif tol naik- pendapatan tol naik.
mau memperbaiki tol, duit dari mana??????

utang lagi????

memaksa ibu suruh ngutang supaya bisa makan enak,
dengan begitu bapak jadi mau cari duit lebih buat nyaur utang?

bapak yang manja!


rakyat yang manja!

kenapa kita sebagai rakyat ga mau berkorban dulu,
ngumpulin duit dulu buat pembangunan negeri ini.

gemana negara ini bisa dibangun,
kalo pada ga bayar pajak???

negara ga punya pendapatan, gmn mau bisa bikin ini itu???

utang lagi????

hah! muka utang!

maunya enak tanpa mau usaha dulu.

utang aja terus lah ya,
ntar tinggal mahasiswanya demo di depan istana negara.

"hentikan hutang luar negeri!!!!!!!!!"

dikira utang itu buat siapa??

buat rakyat yang kamu bela hey mahasiswa!!!

daripada ribut demo,
mendingan cerdaskan saja rakyatmu itu.

supaya warasnya ga keterlaluan.

hahahaha

Selasa, 04 Oktober 2011

maho?

ga tau lagi kenapa, tiba2 saya pengen bahas tentang maho.
apakah saya maho?
wkwkw...

emang apa c artinya maho?
manusia homo? pria yang suka pria?
hahaha...
sumber gambar: bayyudwisusanto.wordpress.com

kalo menurut saya,
arti maho itu tak bisa diterangkan dengan kata2.
tapi saya tahu seperti apa ciri2 maho.

ciri2 yang pertama,
dia perokok yang tujuannya supaya terlihat keren.

tolong, jika ada wanita yang tertarik kepada pria karena terlihat keren dengan rokoknya
segera kasih tau saya.
yang saya tahu, mayoritas wanita justru ga suka kalau liat cowo lagi merokok.

artinya, yang bilang cowo keren kalo lagi ngrokok adalah pria.
dan para pria yang merasa nyaman dipandang keren oleh sesama pria,
artinya, dia maho.

ciri2 yang kedua,
dia perokok yang tujuannya supaya menambah pemasukan pajak negara.

kalau memang niatnya mau ngasih duit ke negara,
ya sudah, rokoknya tetap dibeli tapi tidak dibakar dan dihisap.
kan niatnya nyumbang pendapatan negara, bukan merokok?

bilang aja memang ingin merokok, ga usah alasan sok peduli dengan kas negara.
maho.

ciri2 yang ketiga,
dia rakyat yang anti korupsi tapi tetap menjalankan ritual menyontek.

berani koar-koar buat orang lain, tapi ga mau ngaca.
soalnya ngeri liat muka maho-nya.

ciri2 yang keempat.
dia rakyat yang anti utang luar negeri tapi ga mau berhenti pakai premium.

memangnya subsidi dari mana?

utang luar negeri itu untuk membiayai rakyat yang sok miskin
yang senang dibantu negara, bukan senang membantu negara.

ciri2 yang kelima,
dia rakyat yang selalu berpikir seperti pecundang, bukan pahlawan.

rakyat itu hanya ada dua macam,
rakyat pahlawan dan rakyat pecundang.

pola pikir rakyat pahlawan itu,
selalu ingin melakukan sesuatu untuk negerinya.

jika dia ingin melanggar lalu lintas,
selalu berpikir "jika semua rakyat melanggar lalu lintas seperti saya,
bagaimana jadinya negeri ini?"

sebaliknya,
pola pikir rakyat pecundang itu,
selalu ingin mendapatkan sesuatu dari negerinya.

jika dia ingin melanggar lalu lintas,
selalu berpikir "ah dia aja boleh melanggar,
udah banyak kok yang melanggar, ga papa lah".

dan rakyat pahlawan itu ada dua macam,
rakyat pahlawan butuh tanda jasa,
dan rakyat pahlawan tanpa tanda jasa.

sedangkan rakyat pecundang itu ada dua macam,
rakyat pecundang maho,
dan rakyat pecundang pasangannya maho.

jadi, itulah ciri2 maho yang saya tahu.

semoga bisa dijadikan referensi kalau ada yang mau cari pasangan maho,
ga susah kan nyari mereka di sekitar kita?

hahahaha.....

hati2, seperti apa masa depan kita,
tergantung seperti apa pola pikir kita di masa kini.

_semoga bermanfaat.

Senin, 26 September 2011

hati-hati! nasi menyebabkan kekerasan

pict: http://syahrulhs.files.wordpress.com/2011/03/kekerasan1.jpg


taukah anda apa yang menyebabkan indonesia rentan akan kekerasan?

apakah karena pendidikan yang kurang?
masa lulusan s1 yang bejibun di Indonesia gini dibilang masih kurang pendidikannya?

apakah karena pendidikan agama yang kurang?
ah masa, di kurikulum mulai TK sampai perguruan tinggi, yang namanya pendidikan agama ada terus kok.

trus kenapa kekerasan masih saja terjadi?

jawabannya adalah....

karena rakyat Indonesia pada umumnya terlalu banyak makan nasi.

lho? kok?
wkwkwkw.....

karena orang kalo kebanyakan makan nasi,
jadinya konsumsi karbohidratnya berlebihan.
kalo dulu boleh, karena kebanyakan profesi di Indonesia adalah kuli.
kuli itu kebutuhan utamanya karbohidrat.
jaman penjajahan, orang belanda butuh tenaga kulinya Indonesia.
untuk itu, dibudayakanlah makan nasi supaya kulinya kuat-kuat.

nah jaman sekarang, profesi di Indonesia kebanyakan bukan kuli lagi.
sekarang jamannya kuli kantoran alias pegawai dan anak "kuli"ahan alias pelajar.
kebutuhan utamanya bukan lagi energi dari karbohidrat,
tapi sudah beralih ke protein, vitamin dan mineral.
sekarang kita itu lebih butuh mengembangkan kualitas dengkul daripada otot.

karena sampai sekarang konsumsi nasi masih begitu besar, bahkan sampai harus impor beras,
makanya orang sekarang lebih besar ototnya daripada dengkulnya.
ya kalo yang olahraganya bagus, ototnya besar2.
nah kalo yang males olahraga kaya saya, wah, makan nasi kebanyakan cuma bisa nggedein perut.
perut gede dengkulnya segitu2 aja. hahaha

karena perutnya gede, makanya bawaannya ngantuk melulu.
kuli kantoran semangat kalo di jalan doank waktu berangkat.
kebut2an, sikut sana sikut sini, "lagi buru-buru nih!!"
sampai kantor ya wis... zzzzzz... ngantuk...

ga beda ama anak "kuli"ahan.
ini malah lebih parah, berangkatnya nagntuk, mpe kelas tidur.

padahal, orang yang lagi ngantuk itu gampang diprovokasi.
sama halnya ketika ada orang lagi ngantuk berat, udah setengah tidur,
trus kita bangunin. hhmm... marah2 dah tu orang.

sama kaya rakyat Indonesia, termasuk saya tentunya,
banyak orang yang melek tapi dengkulnya ngantuk.
di sulut sedikit doank, wah... bakar!!!
bom!!!
pukul!!!

wkwkw....

makanya, ayo kita kurangi konsumsi nasi,
supaya asupan karbohodrat kita ga berlebihan.
ga bikin perut gede dan dengkul menciut..
mari perbanyak daging, kaya iklan no nice itu lho... hahahaha....
supaya dengkulnya agak berkembang, bisa melek, jadi bisa buat mikir...

supaya kita ga selalu jadi bangsa yang terlalu waras sehingga senang dengan kekerasan.
atau mudah putus asa sehingga memilih jalan kekerasan sebagai pintu keluar.

kekerasan bukan dilawan dengan toleransi atau kelembutan,
kekerasan harus dilawan dengan kecerdasan.
kecerdasan yang membawa kedamaian, bukan kecerdasan yang memperumit masalah.

_semoga bermanfaat :)

Senin, 19 September 2011

memang bukan salahnya rok mini kok

dah lama ga ngikutin berita,
eh tiba2 denger berita bahwa bang Poke minta maaf atas pernyataan terkait "rok mini"
lalu saya membaca artikel yang judulnya "Pemerkosaan Tidak karena Rok Mini"
http://female.kompas.com/read/2011/09/17/16233478/Pemerkosaan.Tidak.karena.Rok.Mini

 sumber pict: seputarnusantara.com

sepertinya  hal2 yang macam gini
menarik untuk dibahas... wkwkwkw...

oke, saya sangat setuju bahwa "Pemerkosaan bukan karena rok mini"
bahkan sangat setuju.

secara pribadi, saya selaku cowo normal,
sama sekali ga tertarik kalo liat rok mini.
mau rok mini dijejerin sepanjang gerbong KA. Bogowonto,
atau semua display baju di pusat perbelanjaan isinya rok mini semua...
saya ga tertarik.

saya bukan tertarik dengan rok mininya,
tapi isinya rok mini itu.
hahahaha....

coba isinya rok mini ternyata kon*tol,
amit2 jabang bayi dah...

sekarang kalo isinya rok mini.. itu lah.. ngerti sendiri.
siapa yang ga tertarik coba?

lelaki normal, minimal nglirik dah. pasti itu.
klo ga nglirik, berarti dia suka rok mini isi kon*tol.

ya jelas lah, bukan karena rok mini perkosaan itu bisa terjadi.
tapi bukan berarti rok mini tak mengundang perilaku tak senonoh toh?

saya pribadi sangat berempati kepada korban,
bahwa karena mungkin tuntutan hidup, dia harus pulang tengah malam dan sendirian.
semoga korban ditempatkan di tempat yang terbaik sesuai amal ibadahnya. aamiin.

namun, lagi2
saya menjadi tidak bersimpati kepada sebagian pemimpin negeri ini.
terlalu lembek, seperti isi rok mini.

mulai dari subsidi bbm,
sudah banyak pakar yang menyarankan untuk menghentikan subsidi bbm agar keuangan negara tetap sehat.
nyatanya sampai sekarang ga berani juga ambil keputusan.
takut diamuk rakyat.
rakyat waras tentunya.

masalah briptu norman,
awalnya sudah mau dikenai sanksi indisipliner.
saya setuju sekali itu.
eh malah jadinya di agung-agungkan,
karena takut oleh desakan rakyat.
rakyat waras tentunya.

sekali lagi,
tak kira kumis tebel tandanya tegas,
ternyata... pada bae... lenyed.
sudah bagus menyatakan saran kalau naik kendaraan umum jangan pakai rok mini,
eh malah minta maaf.
maaf apa???
maaf karena ga menyarankan untuk pakai rok mini di kendaraan umum?
biar gampang diliatnya?
biar gampang digesek2nya??
udah bener kok minta maaf bang...bang...

memang benar,
perkosaan itu tergantung pikiran cowoknya,
di bali banyak yang telanjang tapi jarang ada pemerkosaan di pantai,
di arab yang tertutup banyak pemerkosaan.

tapi bukan berarti kita ga perlu usaha toh,
usaha untuk menghindari terjadinya kasus pemerkosaan.
tidak menggunakan rok mini bagi para wanita
adalah salah satu upaya menghindari perilaku tak senonoh dari kaum pria.

ibarat kata,
kita naruh motor di pinggir jalan,
upaya kita supaya ga kemalingan yang dengan cara dikunci setang, kuncinya dibawa.
bukannya dibiarin aja kuncinya nggantung-nggantung di motor.

mindset orang lain ya urusan orang lain,
mau nyuri motor kita, mau melecehkan kita, itu bukan urusan kita.

yang jadi urusan kita adalah berikhtiar,
berusaha agar tidak dijadikan target.
caranya,
ya jangan ngiwi-iwi alias mengundang mereka para penjahat kelamin.

nasib orang memang Tuhan yang menentukan,
tapi kita sebagai makhluk berakal,
wajib untuk berusaha mengarahkan nasib kita sendiri.
disetujui atau tidak, mau terhindar dari kriminalitas atau tidak,
itu kehendak Tuhan. yang penting kita sudah berusaha.

bukannya pasrah dengan cara membuka selebar-lebarnya
peluang berbuat jahat kepada kita.

kami tidak sedang mengatur bagaimana Anda berpakaian,
tapi sedang mengatur bagaimana cara Anda tidak "menghidupkan" kami.

Tubuhmu memang tidak porno, otakku lah yang porno.
karena aku normal, bukan maho.

tolonglah para pemimpin,
agak keras dikit lah, tegas katakan yang anda anggap benar.
jangan pada lembek-lembek gitu ah.
bikin ane horny aja jadinya..
hahahaha

Jumat, 09 September 2011

yang penting bagiku adalah

beberapa waktu lalu,
saya pernah mendengar AA Gym berkata di salah satu acara televisi,
kurang lebihnya seperti ini,
"banyak orang memikirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan.
banyak orang melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan.
banyak orang merisaukan apa yang seharusnya tidak dirisaukan."

saya langsung berpikir,
hmm...
lalu apa yang seharusnya aku pikirkan, aku lakukan dan aku risaukan?

mungkin,
sesuatu yang seharusnya aku pikirkan adalah yang menguntungkan bagiku.

jika tidak ada untungnya bagiku,
untuk apa aku pikirkan,
untuk apa aku lakukan,
dan untuk apa aku risaukan.

kucoba itu,
ternyata eh ternyata,
aku menjadi manusia kalkulator.

apapun yang saya lakukan aku hitung dengan cara matematika manusia.
aku hanya memikirkan apa yang bisa menghasilkan keuntungan bagiku.
nyatanya, memikirkan keuntungan hanya membuatku selalu merasa sedang merugi.

aku hanya melakukan apa yang menguntungkan bagiku.
nyatanya, hanya melakukan yang menguntungkan bagiku justru membuatku sering merugi.

aku hanya merisaukan apa yang bisa menguntungkanku.
nyatanya, merisaukan yang bisa menguntungkan justru membuatku merugi karena risaunya itu.

okey,
ternyata yang seharusnya aku pikirkan, aku lakukan dan aku risaukan
bukanlah yang menguntungkan bagiku.

kenyataannya,
"untung" hanyalah pengertian paling sempit untuk makna "kebahagiaan hidup."
 dan hidupku ini terlalu luas jika hanya untuk mencari untung.


sekarang kucoba untuk memikirkan, melakukan dan merisaukan
apa yang bermanfaat untuk diriku.

ternyata eh ternyata,
saya semakin bingung.

apa itu manfaat?
bukankah manfaat itu sama saja dengan untung?

ternyata tidak,
manfaat itu lebih luas dari untung.

manfaat kadang kala tidak dapat diuangkan seperti nilai keuntungan.
misalnya ketenangan batin, kepuasan batin, aktualisasi potensi diri.

saya mencoba memikirkan apa yang bermanfaat untuk diriku,
hasilnya pikiranku lebih jernih dan tenang.
saya mencoba melakukan apa yang bermanfaat untuk diriku,
hasilnya aku lebih efesien dalam melakukan sesuatu.
saya mencoba merisaukan apa yang dapat memberi manfaat untuku,
hasilnya aku semakin termotivasi untuk kembali berpikir dan melakukan
apa yang bermanfaat untuk diriku.

tapi,
apakah dunia ini diciptakan untuk dimanfaatkan oleh diriku saja?
dimana porsi orang lain? porsi tetangga kita? porsi teman-teman kita?

okey,
ternyata hidup untuk bermanfaat bagi diri sendiri memang baik,
tapi masih ada yang lebih baik.
yaitu yang emberi porsi untuk orang lain
dalam kebahagiaan hidupnya.


sekarang, saya mencoba-coba untuk
memikirkan, melakukan dan merisaukan apa yang penting bagi diriku.
penting bagi diriku,
bukan berarti hanya menguntungkan dan bermanfaat untuk diriku.

ya, mungkin ini terlalu gila bagi orang waras.
saya punya visi dan misi hidup.
visi hidup saya adalah ingin menjadi orang kaya yang mati dalam keadaan khusnul khotimah dan masuk syurga.
misi hidup saya adalah ingin menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi alam semesta.

ah lebay, hidup pake visi misi.
ya memang saya ga waras kok, tenang saja. ga usah dicontoh. hahaha

jadi, yang penting bagiku adalah
yang sesuai dengan visi misiku.
yang ga sesuai, minggir.



jika dengan sesuatu itu,
aku bisa menjadi yang paling bermanfaat bagi semesta alam, tentu termasuk bermanfaat untuk diriku,
kenapa tidak?
jika dengan bermanfaat itu,
bisa mengantarku menjadi orang kaya yang mati dengan baik dan masuk syurga,
kenapa tidak?

sebaliknya,
jika sesuatu itu hanya membuang-buang energiku untuk
memikirkan, melakukan dan merisaukan hal yang tidak penting bagiku,
seperti mengeluh tentang negeri tapi tak mau berpikir memperbaiki diri sendiri,
mengeluh tentang polusi tapi tak mau berhenti melakukan polusinya sendiri,
mengeluh tentang pendidikan tapi tak mau merisaukan perilakunya yang tak terdidik.
kenapa tidak berani mengatakan tidak untuk semua itu?

penting bagiku,
adalah yang sesuai bagi visi misiku.

bagaimana denganmu?
apa yang penting bagimu?

apakah daku penting bagi hatimu? eaaa... #andremodeon :))

Selasa, 06 September 2011

mana yang lebih penting?

"kamu lebarannya kapan?"
pertanyaan itu cukup sering aku dengar saat penentuan hari raya idul fitri kemarin.
pertanyaan yang selalu berulang hampir setiap tahun
(karena hampir setiap tahun juga ada perbedaan penentuan hari raya)

tapi sejujurnya,
saya jarang mendengar pertanyaan
"kenapa kamu lebarannya hari selasa/rabu* ?"

kenapa hayo?
apakah "hari apa" lebih penting daripada "alasan" memilih hari itu?

ah kepanjangan nanya alasan!

 ow, kalau begitu ga penting ya nanya alasan.
buat apa nanya2 alasan, apalagi sekadar untuk menentukan hari raya.
yang penting nurut pemerintah saja lah.
toh kita diperintah untuk menuruti ulil amri/ para pemimpin/ pemerintah*.

tapi kalau memang begitu,
kenapa kita susah banget menuruti pemerintah untuk urusan duniawi.
misalnya urusan rokok yang haram untuk 17 tahun kebawah.
atau urusan subsidi BBM yang diperuntukkan bagi orang tidak mampu.

kalau konsisten,
harusnya mau urusan duniawi atau urusan agama,
kudu nurut sama pemerintah donk.

sebenernya selalu ada pertanyaan dalam benak saya,
untuk mereka yang gampang banget nurut sama pemerintah
dalam masalah agama,
sebetulnya karena memang paham dan setuju dengan keputusan pemerintah,
atau sekadar malas berpikir tentang "alasan" keputusan pemerintah itu.

apa memang urusan duniawi lebih penting daripada urusan akhirat ya?

buktinya kalau pemerintah memberikan keputusan tentang duniawi
seperti rokok dan BBM,
wah, semua niat banget mikirnya.
saking niatnya,
semua punya "alasan" masing-masing untuk tidak menuruti keputusan pemerintah.
dan mereka yakin dengan "alasan" mereka itu.

sebaliknya kalau pemerintah memberikan keputusan tentang agama,
seperti penentuan hari raya,
wah, males banget mikirnya.
udah lah, nurut pemerintah aja,
satu hadist cukup.

kenapa c?

kalau saya, sebagai orang gila,

karena saya bodoh dalam urusan dunia,
saya tidak lebih pintar dari menteri keuangan/presiden/DPR*
jadi ya sudahlah,
saya sih nurut saja mereka suruh aku ngapain.
ngurangi premium ya saya pake pertamax.
ga boleh ngrokok ya ga ngrokok.

karena bagi saya dunia itu ga lebih penting dari akhirat.

kalau aku sudah nurut tapi ternyata saya ga sejahtera juga,
mumpung masih di dunia,
saya bisa berusaha menjungkalkan mereka, para pemimpin negeri, untuk turun dari jabatan.
lalu aku masih bisa melakukan sesuatu yang baru yang lebih baik.
saya masih bisa minta bantuan orang tua, saudara atau teman2
untuk memperbaiki kehidupan dunia saya.

lain halnya dengan masalah agama.
bagi saya, agama adalah urusan keyakinan dan sangat privat.
pertanggungjawabannya hanya antara aku dan Allah.
sehingga tak ada satu pun orang
yang boleh memaksakan/merusak/mengganggu* keyakinanku.

yang aku tahu,
keputusan tentang agama akan diketahui jika kiamat telah datang.
hanya ketika kiamat datang, saya bisa tahu akan masuk surga atau neraka.

jadi ketika saya nanti ternyata gagal di akhirat dan masuk neraka,
tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki amal kebaikan saya.
itulah mengapa saya berusaha hati2 dalam beramal,
termasuk mengetahui pasti "alasan" ibadah yg saya lakukan.

jika ketika di akhirat saya gagal dan masuk neraka,
kepada siapa aku bisa meminta tolong?
tak ada yg bisa menolongku selain Allah swt dan syafaat dari Rasulullah saw.
jadi, bagiku ibadah adalah tentang aku dan Allah.
tak ada yang boleh mengusik keyakinanku kepada Allah swt.

jika suatu saat saya menuruti pemimpin untuk urusan akhirat,
tapi ternyata mereka menyesatkan saya,
saya hanya bisa meminta untuk melipatgandakan siksa para pemimpin itu
tanpa bisa mengurangi siksa untuk diriku.

seperti yg tercantum dalam Al-Qur'an.

"dan mereka berkata:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mena'ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar." (QS. Al Ahzab: 67-68)

sebaliknya untuk urusan dunia,
jika para pemimpin ternyata menyesatkan saya,
selalu masih ada kesempatan untuk memperbaiki kehidupan.
dunia itu kelihatan kan?
mereka yang tak mampu melihat dunia/buta saja masih bisa hidup dengan layak,
mengapa  kita yang mampu melihat tak bisa hidup layak?

so,
semua kembali kepada diri masing-masing saja.* --> ini kesimpulan paling bodoh, ga penting  dan tak perlu berpikir.


saya hanya sempat berpikir,
apakah mungkin ini yg menyebabkan indonesia
selalu dicoret dari daftar negara2 penting di dunia.
yang menyebabkan banyak orang penting lebih memilih pergi dari Indonesia.

karena kebanyakan orang waras di Indonesia
lebih berpikir keras tentang hal-hal yang ga penting, seperti mudik yang hebohnya melebihi pembangunan sarana transportasi umum.
lebih tertarik kepada hal-hal yang ga penting, seperti sinetron dan gosip.
lebih kritis justru kepada hal-hal yang ga penting, seperti rokok dan BBM.

tapi sangat mudah diarahkan seperti sapi ditindik hidungnya,
untuk hal-hal yang lebih penting yaitu kehidupan abadi nanti setelah mati.
seperti malas berpikir alasan mengapa aku memilih berhari raya hari ini,
malas untuk sekadar mencari arti "minal aidzin wal faidzin"
yang penting banyak yg ngucapin ya ikut2an aja lah.

Indonesia ibarat area tidak penting yang dipenuhi oleh rakyat yang ga penting.

tulisan saya bukan bermaksud
untuk mengajak Anda menuruti atau membangkang kepada pemerintah.

saya hanya mengajak Anda untuk sama2,
menguatkan "alasan" dari sikap yang kita putuskan untuk suatu hal.
mengapa kita melakukan/tidak melakukan* sesuatu.

karena bagi saya,
yang penting bukan "apa" yg kita lakukan.
tapi "alasan" apa yang mendasari kita melakukan itu.

"alasan" itulah yang membedakan
mana manusia yang punya karakter kuat dan mana yang tidak.

mana manusia yang punya karakter kuat dalam kebaikan,
yaitu yang selalu punya "alasan" untuk memperbaiki diri sendiri.
dan mana manusia yang punya karakter kuat dalam keburukan,
yaitu yang selalu punya "alasan" untuk melemahkan diri sendiri.

jadi, mari berlatih untuk lebih sering bertanya "mengapa" bukan hanya "apa"?

*coret yang tidak penting

maaf agak telat,
selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H,
semoga amal ibadah kita diterima Allah swt
dan kita dipertemukan lagi dengan Bulan Ramadhan tahun depan. aamiin.
mohon maaf lahir dan bathin ya.
terima kasih atas maafnya :)

Jumat, 19 Agustus 2011

prestasi dan prestise

bagi kebanyakan orang,
arti dari sebuah prestasi adalah sesuatu yang mampu kita raih.

jika kita mampu menjadi ranking pertama di kelas, itu prestasi.
jika kita finish nomor 1 saat balapan, itu prestasi.
kita menang olimpiade, itu prestasi.
dapet nilai bagus, itu prestasi.
dapet beasiswa ke luar negeri, itu prestasi.

bagi saya pribadi,
itu semua bukanlah sebuah prestasi tapi merupakan sebuah prestise.

yap. semua yang bisa kita raih, kita miliki, kita dapatkan, adalah sebuah prestise alias harga diri.

ketika kita menang perlombaan, harga diri kita menjadi tinggi karena kita mampu menjadi yang terbaik.
ketika kita mendapatkan beasiswa, harga diri kita menjadi tinggi karena
kita mampu mendapatkan yang kebanyakan orang tak mampu mendapatkannya.

apa yang kita DAPATKAN, itulah yang mampu menjadikan prestise kita naik.

so, buat mereka yang ingin menjaga prestise/ gengsi,
berusahalah untuk mendapatkan apa yang orang lain tidak mampu mendapatkannya.

nah, dari mereka yang suka menjaga gengsi,
kita bisa lihat,
ada yang mampu menjaga gengsi dengan cara yang berkelas,
ada juga yang dengan cara murahan.


cara yg berkelas untuk menjaga gengsi,
yaitu mereka yang mendapatkan sesuatu bukan dengan cara membeli.
misalnya mendapatkan beasiswa, mendapatkan medali kejuaraan, dsb.

kalau cara yang murahan untuk menjaga gengsi,
yaitu yg mendapatkan sesuatu dengan cara membeli.
misalnya beli barang2 mahal untuk dipakainya di depan orang lain.
itulah prestise.



lalu apa arti prestasi bagi saya?

prestasi,
bukan ketika kita mampu mendapatkan sesuatu,
tetapi ketika kita mampu memberikan sesuatu.

contohnya ketika kita mampu memberikan beasiswa kepada kaum dhuafa,
ketika kita bisa memberikan ilmu kepada orang lain,
dsb.

setiap prestasi pasti mampu meningkatkan prestise seseorang.

ketika orang tersebut mampu memberi, maka harga diri orang tersebut akan naik,
minimal di mata orang yang diberi.

tapi setiap prestise, belum tentu mampu meningkatkan prestasi seseorang.
ketika orang mempu memiliki, harga diri bisa jadi memang naik.
tapi apakan nilai kemanfaatan orang tersebut juga otomatis naik?
belum tentu.

ketika kita mengartikan PRESTASI sebagai
sesuatu yg bisa diraih dengan cara mendapatkan,
artinya hanya mereka yang mampu mendapatkan saja yang pantas disebut berprestasi.

inilah konsep yang membuat lebih banyak "siswa biasa saja" daripada "siswa yang berprestasi."


sedangkan ketika kita mengartikan PRESTASI sebagai
sesuatu yg diraih dengan cara memberi,
artinya setiap orang bisa menjadi seseorang yang berprestasi.


karena memang pada hakikatnya
setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing.
setiap orang mampu memberikan ke-"lebih"-an nya itu sebagai sesuatu yg bermanfaat utk orang lain.


saya mengartikan Prestasi dan Prestise seperti ini,
berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini.

yap, sejak kecil hingga SMA,
saya dipacu untuk melakukan yang terbaik supaya bisa mendapatkan yang terbaik.
alhamdulillah,
sejak SD hingga SMP, saya selalu menjadi juara kelas.
hingga SMA, beberapa kali mewakili sekolah untuk mengikuti lomba,
dari tingkat kecamatan hingga propinsi (belum sampe nasional aja udah bangga ya! wkwkw)
pernah saya ikuti dan beberapa mampu saya juarai.


ketika aku meraih kejuaraan,
berbondong-bondong orang mengucapkan "SELAMAT YA TOM!"

wah... hati ini menjadi sangat bangga, senang dan haru.
bahkan kompetitor saya dalam perlombaan itu turut mengucap selamat,
meskin dengan senyum yang tampak dipaksakan.

ya, saat itu kata mereka aku termasuk anak yg berprestasi.


tapi sejak lulus SMA, saya mencoba melakukan hal yang berbeda.
namanya juga hidup, kalo ga nyoba kapan tau nya? ya ga?

saya mencoba untuk tidak menjadi yg terbaik untuk mendapat yg terbaik,
tapi aku ingin melakukan yang terbaik untuk memberi yang terbaik.

waktu itu saya mencoba berbagi dengan cara yang paling sederhana,
yaitu memberi uang.

dan saat itu hati ini merasa gmn gitu...
ketika pengurus yatim piatu bilang,
"alhamdulillah makasih ya mas, semoga sukses usahanya lancar,"
terasa lebih adem di hati,
daripada ucapan "selamat ya tom!"

dengan ucapan terima kasih itu,
aku menjadi merasa,
keberadaanku adalah sesuatu yg mereka butuhkan.

sedangkan dengan ucapan selamat,
aku hanya merasa,
keberadaanku adalah sesuatu yang diakui dan disegani.

sejak itu saya ketagihan memberi daripada mendapatkan.

sampai suatu saat,
uangku tinggal sedikit
aku bingung, mau ngasih apa lagi.

aku mencoba memberi dengan cara yang sedikit lebih berpikir.
yaitu memberi dengan tulisan.

aku mencoba menulis pertama kali di kaskus.
keadaanku saat itu sedang kalut karena tekanan kuliah yang begitu berat.
salah satu cara menenangkan hati adalah dengan cara berbagi.
tapi saat itu saya sedang tidak punya uang,
jadi saya putuskan untuk menulis apa yg ada di pikiran saya,
siapa tau tulisan itu bisa berguna buat orang lain.

ternyata, tak disangka-sangka tulisan tersebut sangat ramai dibaca kaskuser.
dan banyak sekali, baik itu yang udah ijo atau masih abu-abu, masuk ke kulkas ane,
sembari mengucap "makasih ya gan, thread agan sangat memotivasi." dsb.

sejak itulah saya mencoba terus menulis dan akhirnya mampu menerbitkan 2 buku.

sejujurnya,
dengan Prestise saya hanya mendapatkan harga diri yang tinggi.
tapi dengan prestasi, saya mampu mengetahui
apa sebetulnya kelebihan saya,
apa sebetulnya yang bisa saya berikan untuk orang lain,
apa sebetulnya tugas saya di dunia ini.

bagi saya,
ucapan "terima kasih" jauh-jauh lebih berharga dan lebih berarti daripada ucapan "selamat"

terlebih lagi ketika ada yang mengucapkan "terima kasih ya tom"
lalu saya mengucap "alhamdulillah..:)"
waaaahhh.... rasanya... bikin nagih!!!! bikin mata jadi mbrambang! :')

kalo ada yg jual perasaan itu,
aku borong deh buat bekal saya kalo udah tua,
ketika saya tak mampu lagi memberikan apapun untuk orang lain.


dan yg terakhir,
sadarkah kita,
bahwa mereka yang sampai saat ini terkenang di mata dunia,
bukanlah mereka yang paling berprestise.
ada yang tau peraih medali olimpiade fisika tingkat dunia terbanyak?
atau yang pertama kali mendapatkannya?
bukankah itu sebuah prestise yang tidak semua orang bisa meraihnya?

tapi siapa yang tidak kenal T.A. Edison, Ibnu Sina?
mereka bukan pemenang lomba,
tapi mereka orang yang paling banyak menebar manfaat.
merekalah orang-orang yang berprestasi.
dengan apa yang mampu mereka beri,
mereka menjadi pribadi yang berprestise hingga berabad2.

so, buat apa kita pengejar prestise,
tapi lupa untuk berprestasi?

mari menjadi manusia berprestasi.
dengan sebanyak-banyaknya menebar manfaat bagi sesama.
cara itulah yang bisa kita lakukan
untuk membuktikan iman dan ilmu kita.

dan
"…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan…" (QS. Al-Mujadalah:11)

biar Allah swt saja yang mengurus harga diri/prestise kita.

Selasa, 16 Agustus 2011

Indonesia negeri yang mubazir

Tidak ada yg menyangkal fakta bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya.
tapi jika ada yang mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat mubazir,
mungkin kita akan mulai berpikir, benarkah?

dari pengamatan pribadi saya yang sangat subjektif,
memang sejak saya lahir hingga sekarang,
banyak terjadi hal-hal yang mubazir di negeri ini.

beberapa diantaranya:

1. Pendidikan yang mubazir.

jadwal yang begitu padat,
materi yang begitu banyak,
mata pelajaran yang berbagai macam,

seberapa banyak ilmu yang kita terima itu
telah berhasil kita terapkan,
telah kita aplikasikan dalam kehidupan nyata?

apa gunanya kita belajar banyak tapi hanya sedikit yang mampu kita lakukan?

apa gunanya kita belajar haji,
kalau solatnya saja belum dilaksanakan?

apa gunanya belajar menghentikan munculnya new world order, konspirasi dunia oleh kaum zionis
kalau menjalankan perintah Allah saja masih ogah-ogahan.

untuk apa belajar bagaimana cara mengobati penyakit orang lain,
kalau menjaga kesehatan diri saja belum dilaksanakan.

untuk apa belajar bagaimana cara merger perusahaan,
kalau membuat usaha saja belum dilakukan.

kita itu, termasuk saya,
telah dipaksa untuk mengetahui banyak hal
tapi tidak dipaksa untuk melakukan banyak hal.

inilah yang menyebabkan banyak rakyat Indonesia
yang hanya tahu, tapi tak bisa melakukan apapun.
banyak tahu tapi hanya bisa meminta dan tidak mampu memberi.

kita ini seperti tukang kayu bakar yang sudah mengumpulkan 1 gunung kayu bakar,
tapi kita hanya bisa membawanya dengan dua tangan.

banyak pengetahuan kita yang mubazir,
kita tahu, tapi tak bisa melakukan apapun dengan yg kita ketahui itu.

2. Bantuan yang mubazir

bantuan memang baik, tapi kalau tidak tepat sasaran dan tepat guna,
sama saja menjadi bantuan yang mubazir.

subsidi BBM yang begitu banyak dinikmati oleh orang-orang yang mampu.

darsem yang tiba2 menjadi Qarun nya Indonesia,

pembagian zakat yang menyulitkan orang miskin padahal tak seberapa nilainya.

bantuan modal untuk rencana bisnis mahasiswa yang ujung2nya hanya menjadi uang makan2 dan gadget baru.

sekali lagi,
bukan berarti membantu itu dilarang,
hanya saja, membantu yang berlebihan juga hanya akan menyebabkan kemubaziran.

3. Kebijakan pemerintah yang mubazir.

tiap tahun jalur mudik diperbaiki tapi jalanan di perbatasan dibiarkan saja.

banyak merekrut PNS yang tugasnya hanya bikin kopi dan tukang fotokopi.

banyak wakil rakyat tapi hanya sedikit yang mampu mewakili rakyat.

biaya transportasi tinggi padahal bisa dihemat dengan teknologi,

banyak impor barang padahal bisa digunakan untuk menggenjot produk dalam negeri.

Mobil pejabat yang mahal padahal gunanya buat nganter anak ke sekolah dan mamih ke pasar.


4. Rakyat yang mubazir.

banyak penduduk tapi hanya sedikit yang mampu berkarya.

banyak sarjana tapi hanya sedikit yang mampu berpikir.

banyak yang mampu mengkritik tapi sedikit yang mampu memberi saran.

banyak yang cinta Indonesia tapi tak mau berkorban untuk Indonesia

banyak yang update status mengeluh tapi jarang yang update status bersyukur.

5. Nasionalisme yang mubazir.

tiap 17 agustus banyak ceremonial yang menghabiskan banyak anggaran.
padahal banyak hal yang bisa dilakukan dengan anggaran itu.

untuk mewujudkan jiwa nasionalisme,
bukan dengan itu caranya.

caranya,
Pakai dan konsumsi produk Indonesia
yang mungkin lebih mahal dan lebih jelek.

bodoh memang,

tapi itulah bukti bahwa dia punya nasionalisme tinggi.

jika kita hidup di jaman penjajahan,
kita melihat ada orang yang mengorbankan harta, nyawa, keluarga,
untuk negaranya yang BELUM PASTI mampu merdeka,
untuk negaranya yang BELUM PASTI menang melawan penjajah,
untuk negaranya yang BELUM PASTI semua orang di negeranya itu mengenalnya.

mereka, pahlawan itu orang-orang yang bodoh kan?

bodoh, tapi efisien.

tidak seperti kita,
yang pintar tapi hidupnya mubazir.